x

Selasa, 01 Desember 2009

teori gelombang otak

teori gelombang otak &
power of thinking
07/07/2007 5:04 am
Ketika kita berpikir,
merenung ,berdoa atau
apa pun juga aktivitas
batiniah, dalam otak
kita sedang berlangsung
suatu proses
psikodinamika , yg
menghasilkan
gelombang
elektromagnetik , nah
gelombang tersebut
bisa terpancar keluar,
bisa menimbulkan
resonansi pada orang
lain. Begitu pula halnya
ketika kita
beribadah ,seperti
sholat, bila kita sholat
dg khusyu, konsentrasi
yg tinggi, maka akan
tinggi pula gelombang
elektromagnetiknya, yg
berkorelasi dg kualitas
sholat kita , penerimaan
penilaian ibadah kita
oleh malaikat.
Dalam salah satu Hadits
ada disebutkan bahwa
tingkatan sholat
masing2 orang itu
berbeda2 kualitasnya ,
tergantung ke khusyuan
sholat nya , ada yg
nilainya membubung
tinggi sampai ke langit
ke tujuh, namun ada
juga yg karena kualitas
nya rendah, yg disimpan
saja, bagaikan kain yg
dilipat ( ibadah nya
tetap diterima, tapi
nilai nya rendah).
Sebenarnya sholat,
adalah juga melatih
kemampuan otak kita,
khususnya bagaimana
membangkitkan
kemampuan2 khusus
otak spt alam bawah
sadar atau intuisi.
Ada beberapa macam
gelombang otak yg
didasarkan pada
tingkatan konsentrasi /
focus pikiran kita
sendiri atau kondisi fisik
kita ;
Beta 14 – 100 hertz –
saat berpikir keras
( menghitung atau saat
stress )
Alpha 8 – 13,9 Hz –
alam bawah sadar,
imajinasi dan relaksasi
Tetha 4 – 7,9 Hz -
intuisi
Delta 0,1 – 3,9 Hz –
saat tidur
Yang paling kuat
resonansinya, adalah
gelombang otak Alpha
dan tetha, namun paling
susah juga utk bisa kita
bangkitkan , dibanding
gelombang beta yg kita
gunakan saat berpikir
sehari hari ,
sebagaimana hal nya
susah utk
berkonsentrasi.
Lontaran gelombang
otak Alpha dan Tetha
dari pikiran kita lah yg
akan menyebar ke luar,
sehingga menggerakkan
orang lain melakukan
hal yg kita harapkan.
Bagaikan resonansi
gelombang gitar yg bila
sama getaran nya ,
akan menimbulkan
resonansi bunyi pada
alat musik lain
nya. Begitu pula orang
yang saling jatuh cinta ,
pandangan mata atau
bahkan text sms
sekalipun ,bisa
menimbulkan resonansi
rasa kasmaran pada yg
lain nya. Hal yg sama
berlaku juga antara ibu
dan anak , bila seorang
anak menangis, ibu nya
yg walau berada di
tempat yg jauh, akan
merasakan resonansi
rasa gelisah dari
tangisan anak nya
tersebut.
Hal yang sama berlaku
pula bila kita berdoa dg
khusyu , konsentrasi,
maka doa kita akan
sampai pula ke alam
transedental, terdengar
oleh malaikat ! Bagi
seorang muslim, nilai
ibadah seperti sholat,
berbagai macam pula
tingkatan penilaian nya,
ada yg bernilai tinggi
adapula yg bernilai
rendah. Sholat yg asal
asalan, rendah pula
nilainya.
Sholat yg khusyu saat yg
khusus seperti sholat
Tahajud saat dini hari ,
akan bernilai tinggi,
karena kuat pancaran
gelombangnya
( gelombang alpha dan
tetha saat sholat yg
begitu khusyu ).
Aktivitas batin yang
bernilai tinggi secara
transedental , memberi
dampak yg positif pula
bagi mereka yg
melakukan nya, yg
tercermin pada perilaku
se hari hari nya.
( dampak ibadah pada
perubahan positif
perilaku seseorang atau
meditasi pada sebagian
yg lain )
Contoh lain , misalnya
kita pergi ke tempat
keramaian seperti
terminal atau mall, bila
dalam otak kita telah
tertanam ketakutan
akan
kecopetan,jambret,
penodong dll, maka
gelombang ketakutan
tersebut akan
menyebar ke luar,
sampai pula ke para
pencopet /penodong ,
yg akan membuat
mereka tergerak utk
melakukan kejahatan
pada kita.
Tapi bila sebaliknya ,
kita berpikiran tenang
dan positif, orang2 di
tempat rawan tsb
sebagai orang2 baik dan
tak akan melakukan
kejahatan pada kita,
ditambah dengan zikir &
do ’a,maka akan
tersebar gelombang
otak positif , yang akan
sampai pula kepada
para pelaku kejahatan
tersebut dan
memberikan sinyal
positif yg akan
menutupi niat2 jahat yg
timbul pada otak
mereka , sehingga kita
bisa aman2 saja bila
lewat ke daerah2 rawan
tsb.
Pancaran resonansi
gelombang otak
ataupun juga perasaan
dari seseorang bisa
terlihat pada sorot
mata atau wajah
seseorang. Karena itu
kita sering mengalami
bila bertemu dengan
seseorang yang baru,
kok rasanya akrab dan
ramah, atau malah
sebaliknya, baru
bertemu, lihat wajah
nya kok nggak nyaman
saja rasa nya. Itu
menandakan
pancaran resonansi
gelombang otak yg
kita terima, berbeda
beda tergantung dari
orang nya. Pancaran
resonansi dari seorang
manusia bisa bersifat
positif atau negatif.
Pancaran resonansi
positif akan
memberikan
kenyamanan pada kita
yg menerima nya yang
akan menentukan juga
persepsi kita terhadap
orang tersebut.
Hal yang sama bisa
terjadi pada orang lain
saat bertemu dengan
kita, bila kita selalu
positive thinking, jiwa
tenang dan hati yg
tulus, orang lain pun
akan merasakan
kenyamanan saat
bertemu kita, begitu
pula kalau sebaliknya,
kalau pikiran kita penuh
negative thinking, hati
yg gelisah, marah dan
sebagainya, akan
mengeluarkan sinyal
gelombang yg negatif
pula, sehingga membuat
orang lain tak nyaman
karena nya.
Sorot mata adalah salah
satu bentuk tampilan
dari sinyal gelombang
otak kita. Pada hewan
yang bermain dengan
instink hal tersebut
akan lebih terasa,
hewan bisa memahami
yang lain nya berdasar
sorot matanya. Contoh
sederhana kalau kita
bertemu dengan anjing,
lihatlah sorot matanya,
kalau kita takut, anjing
tersebut akan
merasakan ketakutan
kita, dan ia akan
menyalak tambah keras
atau mengejar kita.
Tapi bila kita yakin,
percaya diri dan berani,
anjing akan bisa
“ membaca” juga, dan
bila sorot mata kita
lebih kuat, anjing
tersebut akan jadi jinak
atau lari. Demikianlah
salah satu cara pawang
binatang buas
menjinakkan hewan
peliharaan nya dengan
beradu sorot mata, yg
sebenarnya ialah
menyampaikan pesan
dari resonansi
gelombang otak nya.
Kisah orang yg jatuh
cinta pada pandangan
pertama, adalah salah
satu bentuk resonansi
getaran jiwa yang
terpancar dari sorot
mata. Ingatlah saat kita
muda, betapa saat kita
bertemu pandang
secara tidak sengaja
dengan seseorang (pria-
wanita), kok tiba2 hati
ini bergetar dan sangat
terkesan dengan
pandangan pertama
tersebut. Resonansi
gelombang rasa cinta
yang terpancar dari
sorot mata, akan kita
terima dengan perasaan
khusus, yang kemudian
akan turun ke perasaan
kita. Bila terjadi dua
arah itu menandakan
ada kesesuaian
frekuensi jiwa antara
kedua orang tersebut.
Pancaran resonansi
gelombang otak
tersebut oleh orang
Sunda disebut juga
dengan istilah *Sima*
orang-orang sholeh
atau pancaran
kharisma. Barangkali
sebenarnya bukan
karena pancaran
gelombang otaknya
saja, karena barangkali
gelombang otak itu juga
resonansi.
Resonansi gelombang
*cahaya*
transedental dari Allah
swt pada seorang
manusia.
Syaikh Abdul Qodir
Jaelani – qoddasaLlaahu
sirrohu – menyebutkan
seorang mukmin itu
ibarat cermin. Cermin
yang memantulkan Nur
dari Allah. Kalau belajar
ilmu bahan, peristiwa
pemantulan sebenarnya
bukan peristiwa
pembelokan gelombang,
akan tetapi energi
gelombang datang
diserap atom-atom yang
dekat ke permukaan
sehingga tambah
bervibrasi kemudian
dipakai untuk
memancarkan
gelombang balik, jadi
resonansi juga.
Jadi barangkali seorang
mukmin yang mendapat
siraman Nur dari
Allah,karena
permukaan *cermin*nya
bersih, Cahaya Ilmu itu
bisa masuk secara
maksimal kemudian
menggetarkan qolbunya
sehingga hidup dan
memancarkan kembali
kepada khalayak. Nah
bila pancaran
gelombang itu kuat,
bisa jadi orang-orang
disekitarnya meskipun
cerminnya rada buram –
cahaya yang masuk ke
qolbu mereka tetap
rada lumayan sehingga
qolbu yang kaku keras
oleh penyakit bisa mulai
berdenyut mau hidup
lagi, seperti terasa
menerima *sesuatu*.
Sensasi ini bisa kita
rasakan bila bertemu
dengan orang-orang
yang sholeh yang
hatinya benar-benar
murni sehingga
pancarannya kuat,
bukan sekadar orang
yang pengetahuan
agamanya banyak tapi
hatinya keras. Pernah
ada kisah pada suatu
majelis pengajian. Pas
sedang asyik
pembahasan tiba-tiba
ada orang yang masuk
mesjid lalu sholat. Sang
ustadz mendadak
berhenti. Padahal orang
yang baru sholat itu
tidak dikenal dan
penampilannya biasa-
biasa saja. Tapi sang
ustadz terpana sekali
ketika orang itu sholat.
Kemudian setelah orang
itu keluar, sang ustadz
penasaran siapa orang
itu. Ternyata ada yang
menjelaskan bahwa
orang itu sang ketua
DKM yang rendah hati
namun suka banyak
menolong orang lain.
Wah ternyata resonansi
gelombangnya sampai
bisa memukau sang
Ustadz yang barangkali
tidak kalah juga
resonansi
gelombangnya.
Berikut tambahan
tulisan tentang power
of thinking yg dikutip
dari blog nya Badroni
Yuzirman The Power of
Thinking. Just Thinking,
Not Doing The Power of
Thinking.
Saya sudah sering
mendengar istilah ini.
Cuma belum ‘ngeh’
benar sampai
suatuketika saya
mengikuti pelatihan
Mind Management
tahun2002 lalu. Di
pelatihan itu saya
diajari bahwa kita bisa
mendapatkan apa yang
kita inginkan hanya
dengan
memikirkannnya saya. O
ya? Adalah Pak RB
Sentanu yang membawa
ilmu ini dan
mengembangkannya di
Indonesia. Pelatihan itu
sendiri banyak
mempraktekkan teknik
meditasi visual
didukung oleh audio.
Tapi yang menarik
sekaligus kontroversial
menurut saya adalah,
dia mengatakan bahwa
kita bisa mendapatkan
apa yang kita inginkan
hanya dengan
memikirkannya saja,
tanpa usaha. Doing-less.
What an idea!
Sebagai seorang yang
selalu tertarik dengan
ide-idebaru, apalagi
yang berguna untuk
pertumbuhan bisnisdan
pribadi, saya pun
mencoba
mempraktekkannya.
Dan alhamdulillah
berhasil! Ternyata,
tanpa saya sadari,saya
telah mempraktekkan
ilmu ini di masa lalu
tanpa disengaja.
Berikut ini adalah
beberapa cerita hasil
dari mempraktekkan
ilmu ini secara sengaja
maupun tidak sengaja:
Waktu masih berdagang
di Tanah Abang, saya
dan istri ingin sekali
dapat supplier dari
salah satu produkdijual
saat itu. Produk
tersebut selama ini
didapat dari tangan
ketiga dengan harga
mahal. Saya selalu
memikirkan bagaimana
caranya supaya dapat
produk inidari tangan
pertama. Produk ini
sendiri didistribusikan
secara tertutup kepada
jaringan tertentu yang
sulit ditembus. Saya
tidak tahu di
manasumbernya. Suatu
hari, datanglah seorang
perempuan etnis Cina
berusia setengah baya
dengan bahasa Cina
mendatangi toko saya.
Dibantu oleh seorang
penterjemah, dia
menawarkan produk
yang selama ini saya
cari. Kaget dan
setengah tidak percaya,
saya minta dia
mengulangi
penawarannya.
Ternyata benar. Dia
membuat produk itu di
Cina dan membawanya
langsung ke
Indonesia.Harganya?
Setengah dari harga
yang saya dapatkan
selama ini. Singkat
cerita saya ambil
produknya.
Penasaran, saya
bertanya bagaimana dia
bisa sampai ditoko kami
dan hanya menawarkan
ke toko saya saja. Dia
menjawab, begitu turun
dari kendaraan umum
langsung berjalan ke
arah toko saya tanpa
menoleh ke
tokolainnya. Saya
hampir tidak percaya,
tapi ini adalah
kenyataan. Saya hanya
memikirkannya saja.
Tiba-tiba,subhanallah,
yang saya pikirkan
selama ini datang
begitu saja di hadapan
saya.
Sampai sekarang saya
masih tidak percaya
dengan kejadian
ini. Masih banyak lagi
sebenarnya cerita
mengenai The Power of
Thinking ini yang saya
alami, seperti
bagaimana saya
memikirkan
mendapatkan
penghasilan setahun
dalam sebulan,
bagaimana bekerja dari
rumah saja dengan hasil
yang tidak kalah
dengan di toko,
bagaimana bekerja
sedikit alias malas tapi
hasil banyak. Semua itu
terwujud dari
keberanian saya
memikirkan sesuatu
yang saya inginkan. Itu
saja. Dan saya tidak
peduli bagaimana
caranya. Itu kuasa
Tuhan. Saya yakin Dia
akan tunjukkan
jalannya kepada saya.
Saya percaya saja.
Supaya tidak salah
kaprah dan
menimbulkan
kontroversi,tulisan saya
tidak bermaksud untuk
mempromosikan suatu
ide yang mendewakan
pikiran. Bukan sama
sekali.Menurut saya
pikiran itu adalah doa.
Tuhan sangat terlibat
dalam proses ini.
Seratus persen!
Buku rujukan: Piece of
Mind oleh Sandy
macGregor, Gramedia.
Posted by hdmessa

imbas CENTURY

Skandal Bank Century
"Senior Boediono Bunuh
Diri Karena Century"
Siput, seorang nasabah
Century, menyebut Prof
Dibyo Prabowo
meninggal
gara-gara Century.
Selasa, 24 November
2009, 15:48 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi
Kusumadewi
*VIVAnews *- Prof. Dibyo
Prabowo, Guru Besar
Ekonomi Universitas
Gadjah
Mada diduga menjadi
salah satu korban
skandal Century yang
berakhir
tragis. Senior Wakil
Presiden Boediono selaku
pengajar di UGM itu
mengakhiri hidupnya
karena kehilangan
sejumlah dana besar di
Bank Century.
Hal itu diungkapkan oleh
nasabah Century dalam
Rapat Dengar Pendapat
di
Komisi III DPR. "Profesor
Dibyo bunuh diri karena
kehilangan uang
sejumlah 18 miliar rupiah
di Century. Ia adalah
senior Pak Boediono,"
tutur Siput, salah satu
nasabah korban Century
asal Yogyakarta, Selasa
24 November 2009.
Berdasarkan penelusuran
VIVAnews, Dibyo
Prabowo yang menjabat
Rektor
Universitas Atmajaya
Yogyakarta itu memang
meninggal bulan
Ramadhan
lalu. Boediono ikut
menghadiri
persemayaman terakhir
Dibyo di rumahnya
yang di Sawitsari,
Sleman, yang juga tak
jauh dari kediaman
Boediono.
Namun informasi yang
VIVAnews peroleh, Dibyo
meninggal karena sakit
bukan bunuh diri.
Siput menyatakan, Dibyo
bukan satu-satunya
korban Century yang
berakhir
dengan bunuh diri. Masih
terdapat tiga korban
lainnya, salah satunya
adalah Sayuti, pejabat
Bank Century sendiri
yang berdomisili di Jambi.
Siput menjelaskan, para
nasabah korban Century
sudah melakukan
mediasi
dengan berbagai pihak
selama delapan bulan,
guna memperjuangkan
hak
mereka. "Kami sudah
sempat ke Komisi XI DPR
periode lalu, sebelum
timbul
korban bunuh diri ini.
Bahkan kami juga sudah
berkirim surat kepada
Yang
Mulia Bapak Presiden,"
ujar Siput.
Siput mengatakan,
Century sebenarnya
meyakini bahwa mereka
harus
bertanggung jawab dan
membayar kembali dana
nasabahnya. Namun
direksi
Century sempat
menyatakan bahwa
masih ada pejabat lebih
tinggi di
atasnya lagi yang
berwenang untuk
memutuskan hal ini,
yakni Menteri
Keuangan Sri Mulyani.
"Kami sudah minta
dipertemukan dengan Bu
Menteri
untuk menyampaikan
pendapat, tapi belum
dipenuhi," kata Siput.
Ia mengaku,
permasalahan dengan
nasabah mulai muncul
ketika Bank Century
diambil oleh Lembaga
Penjamin Simpanan (LPS).
"Padahal sebelum
Century
diambil alih LPS, tidak
ada masalah sama
sekali," ujar Siput.
Kini, tuturnya, korban
Century berjatuhan.
Padahal, banyak di
antara
mereka yang merupakan
rakyat biasa berusia
lanjut sekitar 70 atau 80
tahun, yang telah
menabung seumur hidup.
"Mereka tidak mampu
untuk membayar
pengacara dan melalui
proses hukum,"
kata Siput. Jumlah dana
per individu yang hilang
berkisar antara Rp 100
juta sampai 1 miliar
rupiah.
Sekarang, seluruh
tabungan hari tua itu
hilang sekejap. Oleh
karena itu,
sekitar 50 perwakilan
nasabah korban Century
yang hari ini mendatangi
Komisi III DPR, meminta
agar DPR dapat
membantu mereka untuk
memperjuangkan
haknya.

Tubuh yang 'meracuni pikiran'

Anda
pernah duduk diam di
sofa, terdiam merenung
dengan perasaan yang
stres, lelah, atau kalah?
Saya sering. Pertanyaan
penting hari ini adalah …
apakah kita merasa
demikian sehingga
menghempaskan tubuh
di sofa, atau Anda
merasa demikian karena
menghempaskan tubuh
di sofa?
Selama ini saya selalu
menekankan dalam
setiap pelatihan hipnosis
dan NLP, bahwa tubuh
dan pikiran kita
terhubung lebih erat
daripada yang kita duga.
Sedemikian
terhubungnya, pikiran
dan tubuh kita adalah
satu unit yang sama.
Bukan saja pikiran kita
mempengaruhi tubuh,
namun posisi dan gerak
tubuh juga sangat
berpengaruh pada apa
yang kita pikirkan.
Tapi baru pagi ini saya
menemukan penelitian
terbaru yang
mengungkap
keterhubungan itu
dengan sangat ekstensif.
Pablo Brinol menuliskan
rangkuman dari 20
penelitian terpisah itu
dengan judul Embodied
Persuasion. Dinyatakan
di sana bahwa perilaku
tubuh seseorang dapat
memberikan pengaruh
pada sikap mental dan
keputusan yang mereka
ambil.
“In fact, our bodies can
provide us with valuable
information in many
cases (e.g., elevated
heart rate and stomach
butterflies when
encountering a person
informs us that we like
that person). However, if
people believe that their
judgments are somehow
being biased or
influenced by their bodily
actions and do not want
this to occur, they may
adjust their judgments in
a direction opposite to
the expected bias. “
Berikut adalah poin-poin
penting yang saya
sarikan dari tulisan yang
sangat panjang tersebut:
1. Ketika kita
menampilkan senyuman,
kita akan merasa lebih
bahagia dan melihat
keadaan dengan lebih
ringan, dibandingkan
ketika kita menutup
bibir dan cemberut.
2. Ketika kita
menganggukan kepala,
kita cenderung lebih
menyukai sesuatu
dibandingkan ketika kita
menggelengkan kepala.
3. Kita cenderung
menyetujui sebuah
tawaran ketika
menyimaknya sambil
menganggukkan kepala
dibandingkan sambil
menggelengkan kepala.
4. Sekelompok partisipan
memegang sebuah
pulpen dengan gigi
mereka (yang serupa
ekspresi tersenyum),
sementara kelompok
lainnya memegang
pulpen dengan bibir
mereka (yang serupa
ekspresi cemberut.
Kedua kelompok
melakukan hal tersebut
sambil menonton sebuah
film kartun yang sama
dan setelah selesai
ditanyakan tentang
seberapa lucu
tayangannya. Sekalipun
sama sekali tidak
mengerti maksud tujuan
penelitian ataupun
bahwa dua tindakan itu
memberikan dua otot
ekspresi yang berbeda,
namun kelompok yang
pertama cenderung
menilai film kartun itu
lebih lucu dibandingkan
kelompok yang kedua.
5. Kita cenderung
mengambil sebuah
kesimpulan berdasarkan
ritme tubuh, mis. lebih
menyukai seseorang atau
sebuah benda karena
merasakan jantung yang
berdebar-debar.
6. Dalam situasi romansa,
pasangan yang sering
bertukar pandangan
saling menatap mata
akan merasa lebih
tertarik dan intim satu
sama lain.
7. Para pencuci otak
dalam sekte (atau
agama, kelompok bisnis,
ideologi yayasan) apapun
biasanya akan
melibatkan penempaan
fisik tertentu pada calon
kandidat mereka, seperti
dibuat lapar (dalam
ritual berpuasa),
menggunakan obat-
obatan, disiksa,
mengganti segi
penampilan fisik
(pakaian, postur, gaya
rambut), dsb. Hal-hal
tersebut akan membuat
pikiran kandidat mereka
terbuka terhadap sugesti
apapun yang ingin
disampaikan oleh
pemimpin sekte.
8. Ketika
menghempaskan
tubuhnya ke kursi atau
sofa, seseorang
cenderung merasakan
atau terbayang akan
penurunan dalam rasa
harga diri ataupun
kinerja penampilannya.
9. Menuliskan sebuah
pernyataan dengan
tangan yang dominan
(biasa untuk menulis,
biasanya kanan) akan
membuat kita semakin
percaya akan hal
tersebut. Sebaliknya
menulis pernyataan
dengan tangan non
dominan (tidak biasa
untuk menulis, biasanya
kiri) akan membuat kita
sulit percaya atau
menyakini apa yang kita
tulis tersebut.
Saya sangat tertarik
dengan poin yang
terakhir di atas karena
kita bisa langsung
mempraktekkannya
sekarang juga. Jika Anda
berminat, ambil
selembar kertas dan
pulpen sekarang juga!
Tuliskan hal-hal positif
yang Anda pikirkan
tentang diri Anda dengan
tangan kanan (atau
tangan dominan), lalu
tuliskan hal-hal negatif
yang Anda pikirkan
tentang diri Anda dengan
tangan kiri (atau tangan
non dominan).
Rasakan ‘racun’ itu mulai
bekerja dan membuat
Anda merasa lebih baik.
Mengaplikasikan entri
tempo hari, ini
manipulasi yang
menyenangkan, bukan?
Salam revolusi cinta,
Lex dePraxis
http://
lexdepraxis.wordpress.co
m/2009/08/11/bagaimana-
tubuh-mempengaruhi-
pikiran-kita/

email2 cinta sejati

Cinta Sejati yang
terbaik
Di Sebuah Taman Kota
Kosmopolitan 2001... Para
pekerja yang sibuk
membersihkan kawasan
taman rekreasi gempar.
Raungan bunyi ambulan
begitu mengejutkan
ketika pagi yang masih
terlalu
awal
ini. Kelihatan beberapa
petugas paramedik
begitu sibuk memberi
pertolongan
kepada sepasang muda-
mudi yang terperangkap
di dalam sebuah kereta
di taman tersebut. Nahas
bagi pasangan merpati
dua sejoli itu, malaikat
maut
telah mencabut nyawa
mereka dalam keadaan
yang sungguh tragik.
Apa yang terjadi
sebenarnya?
Ternyata sepasang
muda-mudi itu nekad
membunuh diri dengan
menutup
saluran ekzos kereta
dengan keadaan enjin
kereta masih terpasang.
Akibatnya
mereka mati dalam
keadaan berpelukan dan
saling berciuman
sehingga begitu
sukar pihak bertanggung
jawab memisahkan
antara dua jasad
tersebut.
Begitu 'mengharukan'!.
Didalam kereta tersebut
ditemui selembar kertas
yang telah mereka tanda
tangani. Antara
kandungannya; tolong
jangan
pisahkan
mayat kami dan terus
dikebumikan bagi
membuktikan cinta abadi
kami
sehidup semati. Dan di
bahagian akhir surat
tersebut tercatat
bahawa
mereka
melakukan ini demi
menyelamatkan cinta
'sejati' yang 'suci' ini
kerana orang tua tidak
merestui hubungan cinta
mereka. Astaghfirullah...!
Di sebuah rumah di
Jazirah Arab 1400 tahun
yang lampau...
Abdullah bin Abu Bakar
RA baru saja
melangsungkan
pernikahan dengan
Atikah binti Zaid,
seorang wanita cantik
rupawan dan berbudi
luhur. Dia
seorang wanita
berakhlak mulia,
berfikiran cemerlang dan
berkedudukan
tinggi. Sudah tentu
Abdullah amat mencintai
isteri yang sebegitu
sempurna
menurut
pandangan manusia.
Pada suatu hari, ayahnya
Abu Bakar RA lalu di
rumah Abdullah untuk
pergi bersama-sama
untuk solat jemaah di
masjid. Namun apabila
beliau
dapati anaknya sedang
berbual-bual dengan
Atikah dengan lembut
dan mesra,
beliau membatalkan
niatnya dan meneruskan
perjalanan ke masjid.
Setelah selesai
menunaikan solat Abu
Bakar RA sekali lagi
melalui
jalan di rumah anaknya.
Alangkah kesalnya Abu
Bakar RA apabila beliau
dapati
anaknya masih begurau
senda dengan isterinya
sebagaimana sebelum
beliau
menunaikan solat di
masjid. Lantas Abu Bakar
RA segera memanggil
Abdullah,
seterusnya bertanya : "
Wahai Abdullah, adakah
kamu solat berjemaah ?"
Tanpa
berhujah panjang Abu
Bakar berkata : ""Wahai
Abdullah, Atikah telah
melalaikan kamu dari
kehidupan dan
pandangan hidup malah
dia juga telah
melengahkan
kamu dari solat fardhu,
ceraikanlah dia!"
Demikianlah perintah
Abu Bakar
kepada Abdullah. Suatu
perintah ketika Abu
bakar dapati anaknya
mula
melalaikan hak Allah.
Ketika beliau dapati
Abdullah mula sibuk
dengan
isterinya yang cantik.
Ketika beliau dapati
Abdullah terpesona
keindahan
dunia
sehingga menyebabkan
semangat juangnya
semakin luntur.
Lalu bagaimana
tanggapan Abdullah?
Tanpa berdolak dalih
apatah lagi
cuba membunuh diri,
Abdullah terus menyahut
perintah ayahandanya
dan
menceraikan isteri yang
cantik dan amat
dicintainya.
Subhanallah!!!
Dari dua petikan kisah di
atas, marilah kita sama-
sama merenung
tentang hakikat dan
bagaimana cinta sejati ,
tulus dan suci itu
sebenarnya.
Sesungguhnya perjalanan
hidup manusia akan
sentiasa dipenuhi dengan
warna-warna cinta.
Malah boleh kita
ungkapkan bahawa
kehadiran
manusia di muka bumi ini
disebabkan Allah SWT
mencampakkan suatu
perasaan
di
dalam jiwa manusia,
itulah CINTA.
Membicarakan tentang
cinta ibarat menuras air
lautan dalam yang
kaya dengan pelbagai
khazanah alam. Tak kan
pernah habis dan kita
akan
sentiasa
menemui berjuta macam
benda. Dari sekecil-kecil
ikan hingga ikan paus
yang
terbesar. Dari kerang
sampai mutiara malah
jika diizinkan Allah,
kita mungkin menemui
bangkai kapal dan
bangkai manusia!!!
Usia sejarah cinta
seumur dengan sejarah
manusia itu sendiri. Jika
di suatu tempat ada 1000
manusia maka di situ ada
1000 kisah cinta. Dan
jika
di muka bumi ini ada
lebih 5 million manusia,
maka sejumlah itu
pulalah
kisah cinta akan digelar.
Walau berapa banyak
pun nuansa cinta yang
menjelma menjadi
sebuah
syair, drama, filem, lagu
dan berbagai bentuk
hasil seni lain, namun
pada
hakikatnya cinta itu
hanya ada dua buah versi
sahaja. Versi cinta
nafsu (syahwat) dan
cinta Rabbani.
Yang menjadi persoalan
sekarang adalah
mampukah kita
membezakan
yang mana cinta syahwat
dan mana cinta Rabbani?
Derasnya arus ghazwul
fikr (serangan pemikiran)
dalam kesenian
terutamanya, telah
mampu membungkus
cinta syahwat sehingga
ia tampil
sebagai
cinta "suci" yang mesti
diperjuangkan,
dimenangkan dan diraih
seterusnya
untuk dinikmati.
Manusia seakan lupa
pada sejarah. Lupa pada
kisah-kisah tragik yang
berakhir di hujung pisau
atau dalam segelas
'penawar' rumpai.
Mereka semua rela
diseret dan dijeremuskan
ke dalam lubang 'neraka'
hanya
untuk
mengejar salah satu rasa
dari sekian banyak rasa
yang ada disudut hati
manusia, itulah cinta.
Cinta memiliki kekuatan
luar biasa. Dan kekuatan
cinta (the power
of love) mampu
menjadikan manusia
peribadi yang sangat
nekad atau sangat
taat. Nekad dalam
konteks sangat berani
dalam melanggar
peraturan-peraturan
Allah seperti berkhalwat
(berdua-duaan dengan
bukan mahram),
berkasih-kasihan lelaki
dan perempuan,
berpegangan tangan,
mempertontonkan
adegan
berahi percuma di
khalayak ramai apatah
lagi dalam sembunyi.
Atau jika
cinta tak mendapat restu
dari orang tua, pasangan
akan nekad, terus lari
dari
rumah atau berzina
(na'udzubillah min
dzalik). Dan tidak sedikit
pula
yang begitu nekad
sanggup melakukan
perbuatan yang dilaknat
Allah iaitu
membunuh diri demi
cinta.
Peribadi-peribadi nekad
seperti ini menjadikan
cinta sebagai tujuan
bukan sebagai sarana
mencapai tujuan. Oleh
itu tidak hairanlah jika
kita
temui pelbagai kelakuan
aneh para pencari cinta
yang tak masuk akal.
Sebab apa yang mereka
tuju adalah suatu yang
abstrak, tidak jelas dan
bukan
perkara yang pokok.
Mereka sibuk mencari
dan mengertikan makna
cinta
sementara lalai terhadap
Dzat yang
menganugerahkan cinta.
Dzat yang
menumbuh
suburkan rasa cinta. Dzat
yang memberikan
kekuatan cinta. Dzat
yang
paling
layak dicintai, kerana
Dia juga Empunya nikmat
cinta. Allah Rabbul
'Alamin.
Kisah tragik di awal
tulisan ini memberikan
gambaran jelas sikap
manusia yang rela
mengorbankan diri demi
sepotong cinta. Muda-
mudi yang
nekad bunuh diri dengan
pelbagai cara ini pada
dasarnya belum
mengenali
hakikat
cinta. Cinta yang mereka
kenal selama ini adalah
cinta yang ditunggangi
oleh nafsu syahwat. Dan
joki penunggangnya
adalah syaitan
laknatulllah.
Pada
momen ini syaitan
berteriak keriangan
sambil mengibar-
ngibarkan bendera
kemenangan kerana
berhasil menjerumuskan
anak cucu Nabi Adam
dalam neraka
jahannan dengan dalih
cinta yang begitu murah
nilainya.
Sebuah kisah lain
tentang tragedi cinta
dan kebodohan manusia
yang
amat memalukan
berlaku di Dhaka.
Menurut laporan berita
salah satu
akhbar ibu kota di negeri
tersebut, seorang ayah
dan anaknya mati saling
tikam
menikam hanya kerana
merebut cinta seorang
gadis. Tragedi bermula
apabila
si gadis tidak tahu
bahawa dua lelaki yang
sering menjadi teman
asmaranya
pada waktu yang
berbeza adalah ayah dan
anak. Sampailah pada
suatu saat
mereka
terserempak pada waktu
yang sama. Maka tragedi
pun bermula.
Kedua-duanya sangat
marah sehingga
membawa kepada
pertengkaran dan
akhirnya
pergelutan dan
perkelahian yang
berakhir dengan si ayah
mati akibat
tertusuk
di perutnya. Namun
sebelum rebah ia berjaya
menancapkan belati di
jantung anaknya.
Matilah keduanya. Dan
pastilah neraka tempat
kembalinya.
Itulah tragedi cinta.
Cinta memang tak kenal
warna. Cinta tak kenal
baik-buruk. Cinta tak
kenal rupa dan pertalian
darah. Memang
begitulah adanya.
Kerana yang mampu
mengenal warna dan
baik-buruk adalah
pelaku-pelaku cinta yang
menggunakan akal
fikirannya.
Sebaliknya cinta juga
mampu melahirkan
peribadi-peribadi yang
mengagumkan. Peribadi
yang tak takut
kehilangan suatu apa
pun walau ia
amat
cinta pada sesuatu.
Namun kerana cinta
yang hadir dipenuhi
dengan nuansa
keimanan, maka mereka
rela mengorbankan apa
saja yang mereka amat
cintai
demi
memperolehi keredhaan
Dzat Pemberi cinta. Jiwa
mereka tidak gundah
gulana kerana
kehilangan cinta duniawi
kerana Allah sebagai
Dzat pemberi
ketenteraman Peribadi-
peribadi taat ini amat
menyedari bahawa cinta
hanyalah sebagai sarana
mencapai tujuan.
Mereka yakin
kenikmatan
cinta tak ada ertinya
tanpa ada restu Allah
sebagai Pemberi cinta.
Maka
yang
mereka cari adalah
redha dan cinta Allah,
bukan cinta yang bersifat
sementara.
Kisah Abdullah putera
Abu Bakar RA menjadi
contoh kematangan
pemuda
yang mengenal erti
cinta. Bayangkan!! Dia
memiliki isteri yang amat
cantik, berakhlak mulia,
berkedudukan tinggi dan
berharta. Namun apabila
ayahandanya
memerintahkan untuk
menceraikan isterinya,
dengan
alasan isterinya telah
melalaikan Abdullah
dalam menunaikan hak
Allah
seterusnya akan
melengahkan Abdullah
berjihad di jalan Allah.
Maka apa
reaksi
Abdullah? Tidak!!
Abdullah tidak marah
langsung pada ayahnya.
Atau
berusaha mengambil
pedang dan ingin
memenggal kepala si
ayah yang
berusaha
memisahkan jalinan cinta
yang memang sudah sah
itu. Sekali lagi
tidak!! Pemuda yang
bernama Abdullah
melihat perintah itu
dengan kacamata
cinta yang diberikan
Allah. Ia rela
menceraikan isteri yang
dicintainya
demi mempererat
hubungan cinta dengan
Allah. Subhanallah...
Masih adakah
pemuda-pemuda seperti
peribadi Abdullah di
zaman globalisasi kini?
Begitulah cinta. Ia
mampu melambungkan
manusia pada derajat
kemuliaan yang tak
terhingga. Manakala
frekuensi atau
gelombang cintanya
juga
sudah selari dengan
frekuensi atau
gelombang cinta yang
Allah kehendaki.
Semuanya akan senada
seirama. Tak ada
dengung sumbang, tak
ada nada
ternoda.
Demikian indah dan asli
irama cinta sejati.

cinta?

Kenapa
kita
menutup
mata
ketika kita
tidur, ketika kita
menangis, ketika kita
membayangkan, ketika
kita berciuman? Ini
karena hal terindah di
dunia TIDAK TERLIHAT.
Kita semua agak aneh…
dan hidup sendiri juga
agak aneh …
Dan ketika kita
menemukan seseorang
yang keunikannya
SEJALAN dengan kita.
Kita bergabung
dengannya dan jatuh ke
dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan
CINTA.
Ada hal - hal yang tidak
ingin kita lepaskan …
Orang - orang yang tidak
ingin kita tinggalkan …
Tapi ingatlah…
melepaskan BUKAN akhir
dari dunia, melainkan
awal suatu kehidupan
baru.
Kebahagiaan ada untuk
mereka yang menangis,
mereka yang tersakiti,
mereka yang telah
mencari, dan mereka
yang telah mencoba.
Karena MEREKALAH yang
bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang
telah menyentuh
kehidupan mereka.
CINTA yang AGUNG
adalah …
Adalah ketika kamu
menitikkan air mata dan
MASIH peduli
terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak
mempedulikanmu dan
kamu MASIH
menunggunya dengan
setia
Adalah ketika dia mulai
mencintai orang lain dan
kamu MASIH bisa
tersenyum sambil
berkata ‘Aku turut
berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak
berhasil … BEBASKAN
dirimu…
Biarkan hatimu kembali
melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam
bebas LAGI …
Ingatlah…bahwa kamu
mungkin menemukan
cinta dan
kehilangannya …
Tapi, ketika cinta itu
mati … kamu TIDAK perlu
mati bersamanya…
Orang terkuat BUKAN
mereka yang selalu
menang, MELAINKAN
mereka yang tetap tegar
ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana dalam
perjalanan kehidupan,
kamu belajar tentang
dirimu sendiri dan
menyadari bahwa
penyesalan tidak
seharusnya ada
HANYALAH penghargaan
abadi atas pilihan-pilihan
kehidupan yang telah
kau buat.
TEMAN SEJATI…
Mengerti ketika kamu
berkata ‘Aku lupa’
Menunggu selamanya
ketika kamu berkata
‘ Tunggu sebentar’
Tetap tinggal ketika
kamu berkata
‘ Tinggalkan aku sendiri’
Membuka pintu meski
kamu BELUM mengetuk
dan berkata ‘Bolehkah
saya masuk?’
MENCINTAI…
BUKANlah bagaimana
kamu melupakan,
melainkan bagaimana
kamu memaafkan.
MEMAAFKAN …
BUKANlah bagaimana
kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana
kamu mengerti.
MENGERTI …
BUKANlah apa yang
kamu lihat, melainkan
apa yang kamu rasakan.
Lebih berbahaya
mencucurkan air mata
dalam hati, dibandingkan
menangis tersedu-sedu.
Air mata yang keluar
dapat dihapus,
sementara air mata yang
tersembunyi
menggoreskan luka yang
tidak akan pernah
hilang.
Dalam urusan cinta, kita
SANGAT JARANG
menang.
Tapi ketika CINTA itu
TULUS, meskipun kalah,
kamu TETAP MENANG
hanya karena kamu
berbahagia dapat
mencintai seseorang
LEBIH dari kamu
mencintai dirimu sendiri.
Akan tiba saatnya
dimana kamu harus
berhenti mencintai
seseorang. BUKAN
karena orang itu
berhenti mencintai kita
MELAINKAN karena kita
menyadari bahwa orang
itu akan lebih
berbahagia apabila kita
melepaskannya.
Apabila kamu benar -
benar mencintai
seseorang, jangan
lepaskan dia.
Jangan percaya bahwa
melepaskan SELALU
berarti kamu benar -
benar mencintai
MELAINKAN …
BERJUANGLAH demi
cintamu.
Itulah CINTA SEJATI
Lebih baik menunggu
orang yang kamu
inginkan DARIPADA
berjalan bersama orang
‘ yang tersedia’.
Lebih baik menunggu
orang yang kamu cintai
DARIPADA orang yang
berada di sekelilingmu.
Lebih baik menunggu
orang yang tepat kerena
hidup ini terlalu singkat
untuk dibuang dengan
hanya dengan
’ seseorang’.
Kadang kala, orang yang
kamu cintai adalah orang
yang PALING menyakiti
hatimu dan kadang kala,
teman yang
membawamu ke dalam
pelukannya dan
menangis bersamamu
adalah cinta yang tidak
kamu sadari.

Senin, 30 November 2009

buku pinjaman perpustakaan

Yuni masuk ke sebuah
perpustakaan dan berdiri
di depan seorang
pegawai perpustakaan
tersebut sambil berkata,
“ Saya mau komplain!”
“Ada apa, Nona?” sang
petugas perpustakaan
balik bertanya.
“ Minggu lalu aku
meminjam sebuah buku
dari perpustakaan ini,
dan buku tersebut
sangat tidak bermutu !”
jelas Yuni.
“ Memangnya kenapa,
Nona?”
“Hurufnya kecil-kecil,
tidak ada spasi, tidak
ada paragrafnya,
semuanya hanya huruf-
huruf, tidak ada gambar
menarik, dan yang paling
menyedihkan, buku itu
sama sekali tidak
menceritakan apapun
padahal ada banyak
nama orang di
dalamnya !”
Petugas perpustakaan
itu langsung terbelalak
dan berkata, “Aha ….
Jadi Andalah orang yang
membawa buku telepon
kami yang hilang minggu
lalu !”

topi baru

Pengalaman Wardoyo
sewaktu SMP. Pada
waktu itu, seorang
pelajar SMP bernama
Wardoyo sedang jatuh
cinta kepada temannya
yang bernama Warni.
Karena Wardoyo ini
orangnya penakut dan
kurang PD, jadi dia
nggak berani
menyatakan cintanya ke
Warni. Setelah selama
sebulan berpikir gimana
caranya dapetin Warni
akhirnya Wardoyo
memutuskan untuk
memberikan sebuah
hadiah kepada Warni.
Setelah berpikir panjang,
Wardoyo memutuskan
untuk memberikan
hadiah topi kepada
Warni. Untuk
menjalankan niatnya,
Wardoyo pergi ke
Ramayana dept. store.
Setelah mendapatkan
topi pilihannya, Wardoyo
bergegas untuk
membayar ke kasir.
Karena suasana di
Ramayana dept. store
waktu itu lagi ramai (pas
lagi ada discount) jadi
kasir yg biasa
membungkus barang-
barang agak sedikit
kerepotan, akibatnya
bungkusan topi yang
dibeli Wardoyo itu
tertukar dengan
bungkusan yang dibeli
wanita disamping
Wardoyo. Ternyata
wanita disampingnya
Wardoyo itu membeli
celana dalam. Karena
udah nggak sabar untuk
memberikan hadiah ke
Warni, tanpa memeriksa
isi bungkusan itu lagi
Wardoyo langsung
memberi pesan di
bungkusannya yang
berbunyi :
Warni, saya sengaja
memberikan hadiah ini
ke kamu karena saya
tahu kalau kamu jarang
memakai ini sewaktu
bepergian. Saya sengaja
pilih yang warna merah
karena saya pernah
melihat kamu pakai yang
warna biru. Saya yakin
sekali ukurannya pas
untuk kamu, karena
sebelum membeli saya
sudah mencobanya dan
ukuran kita kan sama.
Rasanya saya ingin sekali
memakaikan ini ke kamu
untuk yang pertama
kalinya. Warni, kalau
kamu senang dengan
hadiah ini, saya berharap
kamu memakainya pada
hari Jumat besok.
Temanmu,
Wardoyo.
NB:
Oya, model terakhir yang
sering saya lihat di film
dan majalah,
memakainya agak sedikit
diturunkan kebawah
dengan sedikit rambut
terlihat